Saturday, November 26

Serupa, Inilah Perbedaan Kacang Kapri dengan Kacang Polong

Bagi masyarakat Indonesia, kacang kapri sudah tidak asing lagi di telinga. Kacang kapri biasa dikonsumsi sebagai campuran sop-sopan dan makanan lainnya. Namun, ada juga masyarakat yang masih belum bisa membedakan mana kacang kapri dan mana kacang polong. Kedua tanaman ini memang sekilas cukup mirip dan sama-sama sering dijadikan bahan makanan.

Antara kacang kapri dan kacang polong, keduanya memiliki bentuk yang cukup identik, karena memang bersal dari tumbuhan yang sama, yaitu Pisum sativum atua ercis. Kedua tanaman ini memiliki karakteristik yang berbeda karena varietasnya berbeda. Lantas, bagaimana membedakan keduanya agar tidak salah kaprah dalam membeli kedua anggota famili Fabaceae ini?

Jika dilihat dari bentuknya, kedua tanaman ini memiliki bentuk yang sangat mirip. Bagi Anda yang tidak biasa memasak kedua kacang ini atau di antaranya, pasti akan merasa keduanya sulit dibedakan. Namun, jika diperhatikan lebih detil lagi, maka Anda akan bisa melihat perbedaan dari besar bijinya. Kacang kapri berbentuk lebih pipih karena memiliki biji yang kecil dan tipis. Sedang, kacang polong besar.

Selain itu, keduanya juga bisa dibedakan dari pemanfaatannya sebagai bahan makanan. Kacang kapri biasanya selalu dimanfaatkan mulai dari kulit hingga bijinya. Sedang, kacang polong hanya dimanfaatkan polongnya atau bagian bijinya saja tanpa menyertakan kulitnya. Biasanya tumbuhan ini ada pada sop-sopan, capcay, atau nasi goreng.

Untuk pengolahannya, Bisanya kacang kapri akan diolah menjadi makanan-makanan yang memiliki citarasa China, misalnya tumis polong bersama jagung putren. Berbeda dengan kacang polong yang baisanya digunakan untuk campuran masakan Eropa. Secara rasa, keduanya tidak terlalu memiliki rasanya yang berbeda. Sebab, memang masih berasal dari satu famili.

Selain itu, umumnya kacang kapri dijual dalam bentuk segar. Artinya, kacang ini selalu dijual dalam wujud seperti baru dipetik dan tidak pernah dijual dalam kondisi dibekukan. Sedangkan, kacang polong umumnya dijual tidak dalam bentuk segar atau selalu dalam bentuk dibekukan. Hampir jarang terlihat kacang polong dijual di pasaran berbentuk segar.