Monday, September 28

Prosedur K3 yang berlaku di industri

Artikel ini membahas tentang prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di bidang industri.

Dalam sebuah industri tentunya memiliki prosedur dalam menjalankannya. seperti misalnya prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3), semua industri wajib menerapkan K3 Sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja.

Prosedur k3 ini sangat penting diterapkan untuk memastikan keselamatan dan keamanan serta kenyamanan dalam bekerja di suatu industri. biasanya diterapkan dan dijalankan oleh semua pihak yang terlibat. baik perusahaan maupun para tenaga kerja dan pihak lainnya.

K3 sendiri merupakan bagian sistem manajemen, meliputi  tanggung jawab, struktur organisasi, aplikasi, proses, prosedur dan sumber daya yang diperlukan untuk pencapaian pengembangan penerapan pengkajian dan pemeliharaan keselamatan dan kesehatan kerja. Tujuan untuk penanganan risiko yang terkait kegiatan kerja demi terciptanya lingkungan kerja yang efisien efektif dan aman.

Prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di bidang industry

Pekerjaan apa saja wajib menerapkan prosedur K3, tapi setiap prosedur K3 setiap perusahaan akan berbeda-beda tergantung dari jenis pekerjaan dan industri yang dijalankan. Aspek yang utama dalam K3 adalah alat pelindung diri, dengan alat pelindung diri ini para pekerja akan merasakan lebih aman untuk menghindari kecelakaan kerja.

Misalnya saja untuk pekerja di proyek bangunan maka akan membutuhkan alat pelindung kepala, sedangkan untuk operator mesin bubut akan membutuhkan kaca mata sebagai alat pelindung diri.

Berikut ini beberapa contoh prosedur keselamatan dan kesehatan kerja di bidang industri yang umum digunakan.

Prosedur K3 dalam industri : Beberapa prosedur K3 yang wajib diterapkan adalah gunakan alat pengaman dan keselamatan kerja seperti berikut ini :

Helm Safety

Ini berguna untuk pelindung kepala dari benda benda yang bisa mengenai kepala.

Safety Belt

Digunakan untuk alat pengaman saat gunakan alat transportasi seperti mobil, pesawat, alat berat dan lainya.

Sepatu Karet (sepatu boot)

Digunakan untuk alat pengaman ketika bekerja di lokasi berlumpur atau becek. Sepatu karet ini lazimnya dilapis metal yang bisa proteksi kaki dari benda benda panas, berat, tajam atau cairan kimia dan lain lain.

Sepatu pelindung (safety shoes)

Mirip sepatu biasa, tapi bahanyibuat dari kulit yang dilapisi metal, terdapat dari karet yang tebal dan cukup kuat. Sepatu ini bisa tahan berat, benda tajam, benda panas, dll.

Sarung Tangan

Berguna untuk alat pelindung tangan, ketika bekerja di situasi atau tempat yang bisa sebabkan cedera atau luka tangan. Untuk bahan dan bentuk sarung tangan ini, sesuai dengan kegunaan masing masing pekerjaan.

Penutup Telinga (Ear Plug / Ear Muff)

Ini berguna untuk melindungi telinga di tempat kerja yang berisik dan bising.

Kaca Mata Pengaman (Safety Glasses)

Ini berguna untuk melindungi mata dari gangguan (seperti pekerjaan mengelas)

Masker (Respirator)

Ini berguna untuk menyaring udara yang dihirup. Ketika bekerja di kondisi udara kurang sehat seperti misalnya udara beracun atau berdebu dan polusi.

Pelindung wajah (Face Shield)

Ini berguna untuk melindungi wajah dari bahaya seperti percikan benda, misalnya dalam pekerjaan menggerinda.

Jas Hujan (Raincoat)

Ini berguna untuk melindungi diri dari air, misalnya ketika bekerja mencuci alat atau bekerja saat hujan.

Rambu rambu

Selain menggunakan peralatan keselamatan kerja, prosedur K3 dalam industri juga biasanya memasang rambu rambu yang berisi peringatan, himbauan, maupun larangan dan digunakan sebagai papan informasi lainya.

Prosedur K3 dalam industri : mengoperasikan alat atau mesin

Dalam mengoperasikan alat dan mesin, industri juga mengikuti prosedur K3. pekerja atau operator dibekali ilmu pengetahuan dan teknis dalam mengoperasikan alat tersebut, juga menggunakan standar perlengkapan keamanan yang lengkap.

Akibat tak terapkan prosedur K3

Semua pekerjaan berisiko, apalagi untuk kelas industri dimana sistem kerja kompleks, potensi risiko juga lebih besar. Maka dari itu, prosedur K3 harus diterapkan.

Jika diabaikan, seperti yang banyak terjadi, maka ini sangat berbahaya. Baik bagi tenaga kerja, perusahaan, maupun pihak pihak terkait.

Biasanya, kecelakaan kerja terjadi karena faktor kecerobohan atau kelalaian, jenis pekerjaan yang rumit dan bisa juga disebabkan karena tempat kerja itu sendiri yang memang tak aman. Mengabaikan prosedur K3 akan berdampak buruk bagi industri.

Prosedur K3 dalam industri : Penyelidikan terhadap kecelakaan

Prosedur K3 dalam industri juga meliputi penyelidikan terhadap kecelakaan. Ini berupa investigasi kenapa kecelakaan kerja bisa terjadi?

K3 memberikan pedoman pedoman mengenai cara menyelidiki sebab sebab kecelakaan kerja, untuk kemudian dievaluasi, dan diperbaiki sehingga tak menimbulkan kerugian, baik materil, fisik, psikis, maupun kerugian lainya bagi industri.

Prosedur K3 dalam industri : Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja

Prosedur K3  juga meliputi aspek pelatihan dan pendidikan kesehatan dan keselamatan kerja. Memberikan edukasi mengenai cara efektif hindari kecelakaan kerja, termasuk juga bagaimana menjaga keselamatan saat mengoperasikan alat, atau mesin. Serta pengetahuan dasar mengenai konsep konsep keselamatan kerja

Nah itulah tadi informasi mengenai prosedur K3 dalam industri. Begitu pentingnya K3 demi keselamatan, kesehatan, keamanan dan kenyamanan bekerja di suatu industri.