Thursday, November 26

Posisi Bayi Melintang Bisakah Lahir Normal ? Berikut Ciri-Ciri Yang harus Diwaspadai

Pada masa sepanjang kehamilan dan selama berada di dalam rahim, bayi akan bergerak mencari posisinya. Ketika sudah mendekati hari persalinan, posisi bayi perlu diketahui karena bila dalam posisi yang abnormal, perlu perhatian yang ekstra guna menentukan jenis persalinan. Biasanya posisi bayi ketika dalam kandungan adalah vertikal, lantas bagaimana dengan posisi bayi melintang bisakah lahir normal ? Berikut ciri-ciri yang para ibu perlu waspadai.

Ciri-Ciri Janin Melintang

  1. Ibu Mengalami Ketidaknyamanan Subkostal

Saat mengandung bayi dengan posisi melintang, sang ibu biasanya mengalami ketidaknyamanan subkostal, yaitu rasa tidak nyaman pada bagian panggul hingga tulang rusuk. Rasanya sangat sakit dan nyeri seperti perut melilit atau nyeri saat haid pada penderita kista. Rasa tidak nyaman ini bisa mengganggu aktivitas ibu dan selalu ingin menyandarkan punggung dengan tambahan bantal sebagai penyangga punggung.

  1. Tendangan Kaki Bayi Terasa di Samping Rahim

Saat Ibu hamil dengan posisi bayi normal, maka tendangan kaki bayi akan terasa di atas rahim sebagai tanda posisi kaki berada di atas dan kepala di bawah. Namun bila posisi bayinya melintang, maka tendangan kaki bayi akan dirasakan pada samping rahim. Biasanya posisi bayi dalam perut adalah vertikal sehingga ketika bayi menendang akan terasa pada bagian perut bawah.

  1. Letak Kepala Bayi

Banyak orang yang bertanya posisi bayi melintang bisakah lahir normal ? jawabannya adalah bisa namun proses persalinan akan sedikit rumit. Ciri janin melintang lainnya bisa diketahui dari letak kepala bayi. Jika posisinya melintang, maka dokter bisa merasakan sebuah massa keras berupa kepala bayi yang berada di bagian samping perut ibu. Lain halnya bila posisinya normal, maka letak kepala bayi akan dirasakan pada bagian bawah perut ibu.

  1. Letak Detak Jantung Bayi

Posisi janin yang melintang juga bisa ditandai dengan letak detak jantung bayi. Saat pemeriksaan pada minggu ke-32 hingga ke-35 melalui pemeriksaan USG, letak detak jantung janin yang berada dalam posisi normal akan terdengar dari bagian bawah pusar ibu. Namun bila melintang, maka letak detak jantungnya terdengar di bagian atas atau samping pusar ibu.

  1. Massa Tidak Teratur pada Bagian Panggul Ibu

Saat melakukan pemeriksaan palpasi abdomen, dokter akan menemukan bentuk massa yang tidak teratur pada bagian panggul ibu. Hal tersebut sebagai pertanda bukan kepala bayi yang pertama turun ke bagian panggul, melainkan punggung bayi. Jika anda sudah merasa bahwa posisi janin tidak seperti biasanya maka segera anda pada dokter kandungan untuk mengetahui pastinya.

  1. Melalui Pemeriksaan Vagina

Terakhir, posisi bayi bisa dilihat melalui pemeriksaan vagina yang dilakukan saat ibu sudah mengalami tanda-tanda akan melahirkan. Pemeriksaan vagina diperlukan untuk mengetahui proses bukaan dalam persalinan normal. Jika pada pemeriksaan ini tidak ditemukan massa keras seperti kepala bayi, maka bisa dipastikan bahwa posisi bayi dalam keadaan melintang.

Itulah beberapa ciri-ciri yang harus anda waspadai untuk memastikan apakah posisi janin sudah normal. Umumnya, saat mendekati persalinan bayi dalam posisi kepala di bawah menghadap punggung ibu. Persentase abnormal atau posisi bayi yang tidak seperti biasanya dapat meningkatkan risiko Ibu mengalami cedera pada rahim atau jalan lahir saat persalinan berlangsung.