Wednesday, January 19

Mengenal Buah Markisa Hutan di indonesia

Jenis markisa yang umumnya tumbuh di hutan atau yang biasa disebut dengan tumbuhan ciplukan merupakan jenis tumbuhan obat yang kini mulai terabaikan. Buah markisa yang umumnya tumbuh di hutan berukuran kecil dan memiliki rasa yang sangat manis jika sudah matang, tandanya yakni buahnya sudah berwarna kuning. Jenis markisa tersebut mempunyai khasiat untuk menyembuhan sariawan maupun panas dalam. Jika bibir pecah-pecah atau tenggorokan sakit juga bisa mengkonsumsi buah markisa ini yang matang dengan cara langsung dimakan atau diolah dengan dibuat jus.

 

Jenis markisa liar di Bali memiliki banyak nama, tiap daerah memiliki nama yang khas untuk tumbuhan obat ini. Tumbuhan ini juga mempunyai nama yang beragam di berbagai wilayah Indonesia. Buah ini juga dikenal dengan nama seperti ceplukan blungsun, permot, rajutan, kaceprek atau ki leuleu’eur, dan timun dendang atau timun padang

 

Salah satu jenis buah hutan yang memiliki banyak manfaat untuk pengobatan adalah markisa jenis hutan. Buah tersebut memiliki besar buah hanya sebesar kelereng. Nama lain dari buah ini juga adalah anggur hutan. Dalam beberapa teori disebutkan bahwa akar dserta batang tumbuhan tersebut bisa digunakan untuk obat dari jenis penyakit ginjal. Cara penyajiannya adalah dengan mengambil akar serta batang tumbuhan lalu rebus dengan air dan minum secara rutin 3 kali sehari.

Tumbuhan markisa jenis ini  juga banyak dikenal sebagai rambusa karena sifatnya yang merambat dan daun rambusa lebih tipis serta berbulu jika dibandingkan dengan markisa jenis lainnya. Tingkt kemiripan juga tampak pada bentuk bunga serta isi buah.  Meski demikian, kulit buah rambusa tersebut tipis dan  memiliki ukuran yang lebih mini.

 

Tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Passiflora foetida tersebut umumnya tidak ditanam dengan sengaja. Biasanya, tumbuhan tersebut bersifat liar seperti di hutan, pesisir pantai, sawah atau ladang terbuka. Sangat banyak manfaat yang dapat diperoleh dari buah markisa ini sehingga sangat baik bagi kita untuk terus melestarikannya sehingga dapat terus dimanfaatkan khasiatnya hingga generasi yang akan datang.