Friday, July 1

Mampu Membelah Diri, Yuk Simak Fakta Unik Mengenai Cacing Pipih

Sesuai dengan namanya, cacing ini memiliki bentuk yang pipih dan tidak bersegmen sehingga batas antara kelapa, dada dan perut tidak terlalu jelas. Namun sebenarnya cacing ini memiliki organ tubuh, otak, sistem pencernaan dan sistem eksresi mekipun tidak sempurna. Salah satu keunikan yang dimiliki oleh cacing pipih adalah kemampuannya membelah diri. Yuk simak fakta unik lain tentang cacing satu ini.

Fakta Unik Cacing Bertubuh Pipih

1 Melakukan Pertukaran Udara dengan Difusi

Cacing yang memiliki bentuk tubuh yang pipih ini memiliki organ pernafasan khusus, sehingga pertukaran udaranya dilakukan secara sifusi antara permukaan tubuhnya dengan air. Karena sistem pernafasannya difusi, maka sebagian besar cacing jenis ini memiliki tubuh yang mikroskopis dan berbentuk seperti pita atau bentuk daun yang pipih.

  1. Mudah Mengalami Dehidrasi

Pernafasan yang dilakukan oleh cacing yang berbentuk pipih berupa difusi sehingga menjadikannya mudah sekali dehidrasi. Cacing ini tidak bisa hidup tanpa air untuk membantu pernafasannya. Oleh karenanya cacing ini selalu hidup di habitat air atau daratan yang lembab untuk membantunya bertahan hidup.

  1. Memiliki Mulut yang Terbentuk Lebih Awal

Cacing pipih juga dikelompokkan e dalam protosmia. Dalam perkembangannya cacing ini mengalami pertumbuhan mulut embrio terlebih dahulu daripada anus. Keunikan ini tentu hanya dimiliki oleh cacing yang berbentuk pipih ini. Cacing ini juga dimasukkan pada kelompok bilateria karena memiliki tubuh yang simetrsi bilateral.

  1. Memutuskan Bagian Tubuh Untuk Membentu Individu Baru

Fragmentasi adalah ciri perkembangan yang akan dilakukan oleh cacing berbentuk pipih ini. Cara berkembang dengan teknik ini dilakukan dengan memutuskan bagian tubuhnya atau memotong tubuhnya untuk membentuk organisme baru. Sehingga apabila cacing dipotong menjadi dua bagian atau lebih, bagian tersebut kemudian akan tumbuh menjadi individu baru.

  1. Sisa Makanan Dibuang Melalui Mulut

Karena cacing ini tidak memiliki anus, pembuangan sisa makanannya dilakukan melalui mulut. Cacing ini bahkan tidak memiliki sistem transportasi untuk membantu peredaran dalam tubuhnya. Oleh karenanya makanan yang masuk ke mulutnya akan dicerna melalui sistem fastrovaskuler.

  1. Sensitif Terhadap Cahaya

Sebagian besar cacing pipih tergolong sangat sensitif terhadap cahaya yang mengenai tubuhnya. Jenis planaria adalah salah satu cacing yang bertubuh pipih yang selalu berlindung di bawah bebatuan. Ia amat sensitif saat terkena matahari, oleh karenanya spesies ini memiliki habitat di tempat yang lembab atau berair. Selain itu ada juga jenis Bipalium yang hidupnya berada di balik batu berlumut yang lembab.

Itulah beberapa keunkan yang dimiliki oleh cacing yang memiliki tubuh yang pipih. Meskipun tidak memiliki organ tubuh yang sempurna cacing ini bisa mencerna makanan dan membuangnya melalui mulut. Cara berkembangnya yang unik membuat cacing yang berbentuk pipih ini unik dan jarang ditemui di hewan lainnya.