Tuesday, September 29

Kembali Dibuka, Mambo Kuliner Tasikmalaya Siap Obati Rasa Kangen Para Pecinta Kuliner

Tasikmalaya terkenal sebagai salah satu kota yang kerap dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah berkat keunikan pada kerajinan tangannya.  Selagi berada di kota cantik tersebut, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi salah satu tempat berburu kuliner lezat bernama Mambo Kuliner Tasikmalaya. Meski sempat berhenti beroperasi karena pandemi global, kabar gembiranya kini mulai beroperasi kembali.

Melayani Pelanggan dengan Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

Mambo Kuliner sudah seperti surganya berburu bagi para pecinta kuliner. Sayangnya para penggemar harus bersabar untuk bisa mencicipi kelezatannya, sejak ditetapkan status pandemi dunia pada awal 2020 lalu. Rasa kangen tersebut akhirnya dapat diobati ketika sang pengelola memutuskan mengoperasikan kembali pada tanggal 11 Juli 2020. Sejak kabar gembira ini diumumkan, masyarakat seakan mendapatkan semangat baru.

Mengingat pandemi ini masih belum berakhir, maka Yudi Maulana selaku sang pengelola tempat kuliner ini pun menerapkan sesuai dengan protokol kesehatan. Dengan kata lain, tempat ini membatasi jumlah pengunjungnya hingga 50%. Demi kenyamanan dan keamanan bersama, setiap gate akan dilengkapi dengan jalur khusus masuk dan keluar. Bahkan akan ada petugas khusus yang siap mengecek suhu pengunjungnya di pintu masuk dan keluar.

Bukan itu saja, pengunjung Mambo Kuliner Tasikmalaya dimanjakan dengan adanya layanan tempat cuci tangan serta thermogun. Telah menyediakan berbagai pelayanan untuk menghentikan penularan virus, kini saatnya bagi pengunjung untuk mentaati peraturan wajib untuk mengenakan masker ketika berkunjung ke area tersebut. Dengan begitu, baik pengelola maupun pelanggan tidak perlu khawatir jika harus berada dalam satu wilayah.

Sedangkan khusus untuk tenant, diwajibkan mengenakan masker dengan face shield serta mengenakan sarung tangan baik terbuat dari plastik maupun karet. Khusus bagi para muslimah, diperkenankan membawa perangkat sholat sendiri dan mohon untuk tidak dipinjamkan kepada orang lain. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya mencegah terjadinya penularan dari orang sakit tanpa gejala kepada orang yang sehat.

Belum cukup sampai disana, pasalnya setiap lapak diwajibkan menggunakan sekat agar kedua tenda tidak saling berdekatan. Selin dari sisi samping, sekat tersebut harus dipasang dari depan hingga menuju trotoar untuk meminimalisi adanya akses keluar masuk dari arah antrian yang seharusnya. Berkat tambahan pembatas tersebut, pengunjung Mambo Kuliner Tasikmalaya yang hendak membeli hanya bisa masuk dari akses depan saja.

Pembatasan dan penggunaan alat pelindung diri ini membawa pemandangan baru di era new normal. Selain mencegah penularan, pemberian batasan membuat antrian tampak lebih rapi dibandingkan sebelumnya. Hal yang tidak kalah penting diketahui yaitu tenant hanya melayani pembelian take away alias untuk dibungkus saja. Peraturan ini semakin diperketat dengan tidak tersedianya layanan makan di tempat seperti hari biasanya.

Area wisata kuliner satu ini memang hanya menyediakan layanan take away saja, yang berarti pengunjung harus menunggu beberapa saat hingga pesanannya selesai dibuat. Lalu bagaimana dengan masakan yang membutuhkan proses memasak lebih lama yang antrian yang terus bertambah ? Pada kasus ini, pembeli tidak diperkenankan menunggu di bagian depan tenda agar tidak menciptakan kerumunan baru.

Meski mengetahui hanya melayani take away saja, ternyata tidak menyurutkan antusias masyarakat untuk mengunjungi tempat berburu kuliner populer satu ini. Walaupun nuansa sekitar tampak baru, namun kelezatan rasa kulinernya pastinya masih tetap seperti biasa. Inilah alasan yang menjadikan masyarakat tetap semangat mengunjunginya walaupun dibayangi virus mematikan. Yang terpenting adalah tetap menjalankan protokol kesehatan demi kenyamanan bersama.

Mambo Kuliner Tasikmalaya hanya beroperasi pada hari Sabtu saja. Meski demikian, kehadirannya yang sudah lama tidak terlihat berhasil mengobati rasa rindu akan rasa masakannya. Baru saja beroperasi kembali, antrian pengunjung tampak mengekor panjang di setiap tenantnya. Hal ini menandakan jika penggemar sudah tidak sabar menumpahkan rasa rindunya untuk berburu kuliner kesayangannya.

Dibuka tepat pada hari Sabtu, dimana waktu tersebut sangat cocok dimanfaatkan untuk bersantai ria bersama keluarga maupun pasangan tersayang. Daripada kebingungan memilih tempat makan yang tepat, umumnya wisata kuliner ini menjadi pilihan terbaik. Wajar saja jika tempat ini selalu ramai dikunjungi, terutama setelah sekian lama tidak beroperasi. Beruntungnya di era new normal ini, semuanya kembali seperti semula dengan kebiasaan baru.

Agar penerapan protokol kesehatan berjalan sesuai anjuran, area wisata kuliner ini pun akan diawasi langsung oleh Gugus Tugas Penanganan Covid 19 yang ada di kota Tasikmalaya. Agar pengawasan berjalan maksimal maka para gugus yang bertugas akan didampingi panitia, keamanan, serta crew untuk menghindari adanya penumpukkan masa di satu titik. Usaha ini dilakukan agar pengunjung maupun para pedagang merasa aman terkendali.

Selain kerja keras dan bantuan dari para petugas, keberhasilan penerapan protokol kesehatan ini tidak luput dari kesadaran pada pengunjung Mambo Kuliner Tasikmalaya sendiri. Sebab akan percuma jika pihak pengelola sudah menyiapkan berbagai fasilitas, namun pengunjung bebal untuk terus bergerombol pada satu titik. Bukan hanya merugikan diri sendiri, namun sikap abai terhadap peraturan jaga jarak ini dapat dirasakan oleh semua pengunjungnya.

Cara Baru dalam Memesan Makanan

Sebelum pandemi global menyerang, masyarakat biasa menerapkan sistem mengantri ketika hendak membeli atau membayarkan pesanannya. Namun kebiasaan ini sedikit berubah dari yang awalnya sang pemesan berdiri sembari menunggu giliran, sekarang sistem mengantri ini diganti dengan penomeran. Benar, setiap tenant diberi saran utuk menggunakan penomeran agar tidak terjadi pembludakan pembeli saat mengantri.

Sistem ini bukan hanya berlaku pada pelanggan yang hendak memesan atau membeli saja, namun juga berlaku untuk pesanan yang sekiranya membutuhkan waktu penyajian lebih lama. Penomeran tersebut akan diberikan ketika pembeli telah memesan serta membayar makanan yang dipesannya. Selagi menunggu pesanan disiapkan, mereka akan diarahkan untuk berkeliling terlebih dahulu agar tidak ada kerumunan di sekitar pintu keluar.

Jika merasa puas berkeliling di Mambo Kuliner Tasikmalaya, barulah pesanannya tersebut diambil dengan menunjukkan nomer yang diberikan. Sistem ini bukan hanya diberlakukan agar tidak ada penumpukan pelanggan saja, namun membiarkan pelanggan lebih rileks dan tidak merasa bosan selagi menunggu pesanan telah siap. Antrian pun tampak lenggang  namun tetap rapi, sehingga pelanggan tetap merasa nyaman saat mengantri.