Friday, September 24

Kisah Sahabat Nabi yang Dermawan

 

Al Quran mencatat keutamaan para sahabat Nabi Muhammad SAW, khususnya terkait perjuangan sahabat Nabi untuk agama Islam. Al Quran mengisahkan perjuangan para sahabat Nabi Muhammad SAW yang dimulai dengan meninggalkan orang tua dan mau tak mau harus bermusuhan dengan kerabat yang kafir atau yang tidak mengakui agama Islam dan adanya Allah SWT sebagai satu-satunya yang Maha Kuasa. Meski begitu, para sahabat Nabi tetap bersabar dan menghadapi kesulitan ataupun kepahitan hidup.

Menurut kitab Mu’jamil Wasith, sahabat atau dikenal dengan istilah shabahu yang artinya seseorang yang menemani dan menyertai. Dalam arti luas masih menurut kitab Mu’jamil Wasith artinya teman pemilik sesuatu, pelaksana suatu pekerjaan, dipakai juga untuk orang yang menganut sebuah mahzab atau pendapat tertentu. Dalam firman Allah di Al Quran diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki para sahabat yang sangat setia dan turun berperan dalam menyebarkan agama islam dengan niat karena Allah.  Para sahabat Rasulullah SAW ini memiliki keistimewaan karena kasih saya dan pengabdiannya. Wujud sikap pada Rasulullah tersebut termasuk keutamaan iman dalam islam. Beberapa keutamaan sahabat Nabi Muhammad SAW yakni sebagai berikut:

  • Memiliki Derajat yang Tinggi

Keutamaan sahabat Rasulullah ialah setiap kebaikan yang diberikan kepada makhluk terbaik Allah yakni Rasulullah dihitung sebagai amal pahala yang semakin lama menjadikan para sahabat Nabi memiliki derajat paling tinggi di sisi Allah.

 

  • Memiliki Sifat yang Shalih

Sahabat Rasulullah SAW memeluk islam dan mengakui kebesaran Allah SWT ketika yang lain menentang dan meragukannya. Nilai persahabatan dalam islam yang dijalin inilah yang membuat para sahabat menjadi orang-orang yang diakui keshalihannya langsung oleh Allah SWT dan segela yang para sahabat perbuat dihitung sebagai kebaikan.

 

  • Memiliki Ilmu yang Tinggi

Sahabat sahabat Rasulullah merupakan generasi terbaik umat islam, mereka ialah generasi yang paling baik hatinya, paling tinggi ilmunya, dan tidak mengada-ada. Kenalilah keutamaan mereka, ikutilah jejak mereka, berpegang teguhlah dengan akhlak dan agama semampu kalian karena mereka merupakan generasi yang berada di atas Shirathal Mustaqim”. (HR Muslim).

 

Para sahabat Rasulullah memiliki ilmu yang paling dalam. Hal ini disebabkan dalam kesehariannya selalu mengikuti, mendengarkan nasehat, dan melihat secara langsung teladan dari Rasulullah serta mempraktikannya. Jika ada sesuatu yang kurang atau keliru maka akan dibenarkan secara langsung oleh Rasul. Sehingga para sahabat Nabi memiliki ilmu yang benar-benar dalam dan jelas kebenarannya atau dapat dipertanggung jawabkan.

 

  • Memiliki Pandangan yang Lurus

Para sahabat Rasul juga dikaruniai oleh Allah SWT pikiran dan pandangan yang lurus. Sehingga apa yang terfikirkan dan keluar dari mulut para sahabat Nabi Muhammad SAW ialah hidayah dari Allah dan merupakan sesuatu yang benar.

Mengenal Sahabat Nabi yang Kaya dan Dermawan

Sahabat Nabi dikenal sebagai orang-orang mulia. Sahabat Nabi adalah orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dan ajaran yang dibawa Rasulullah SAW. Mereka tidak pernah membantah apapun perintah Nabi Muhammad SAW. Hal ini dikarenakan mereka tahu bahwa perintah Nabi Muhammad SAW juga merupakan perintah Allah SWT. Berikut ini beberapa sahabat Nabi yang dapat kalian Anda ketahui:

  1. Abu bakar

Dalam suatu hadist yang diriwayatkan Imam Muslim, sahabat Amr bin As pernah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW mengenai siapakah yang paling beliau cintai. Nabi Muhammad SAW pun menjawab “Aisyah”. Lalu Amr bin Ash bertanya lagi, “lalu siapakah dari golongan laki-laki?” Beliau pun menjawab “Ayahnya Aisyah (Abu Bakar).B erkat riwayat tersebutlah Abu Bakar memperoleh julukan sebagai kekasih Rasulullah.

 

Sebelum memeluk Islam, Abu Bakar adalah seorang pedagang kaya raya. Dalam uraian “Sejarah Dakwah Pada Masa Abu Bakar” tertulis bahwa Abu Bakar memiliki lebih dari 40.000 dirham tunai yang mana sesudah masuk Islam seluruh hartanya tersebut dikeluarkan untuk kepentingan dakwah dan kesejahteraan umat Islam. Selain dijuluki sebagai kekasih Rasulullah, Abu Bakar juga mendapat julukan “As-Siddiq” yang memiliki arti sosok paling jujur dan benar. Abu Bakar termasuk dalam golongan orang-orang yang paling awal masuk islam atau dikenal dengan golonga Assabiqun Al-Awwalun. Golongan inilah yang pertama kali mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah dan mereka dijamin masuk surga.

 

  1. Umar Bin Khattab

Umar bin Khattab merupakan salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang juga khalifah kedua setelah Abu Bakar. Sebelum masuk islam, Umar bin Khattab dikenal sebagai seorang yang keras permusuhannya dengan kaum muslimin. Umar bin Khattab masuk islam dikarenakan setelah mendengarkan bacaan Surat Thaha yang dibacakan oleh saudara perempuannya. Masuknya umar bin Khattab membawa perkembangan dakwah islam. Hal ini dikarenakan ia memiliki sifat yang berani, suka bermusyawarah, bijaksana, dan adil.

 

  1. Utsman Bin Affan

Utsman bin Affan merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang juga khalifah ketiga setelah Umar bin Khattab. Lahir pada 574 Masehi dari golonga Bani Umayyah. Rasulullah sendiri menggambarkan Utsman bin Affan sebagai pribadi yang sangat jujur dan rendah hati. Utsman bin Affan juga merupakan sahabat Nabi yang dermawan. Hal ini dibuktikan pada saat Perang Tabuk, Utsman mendermakan 950 ekor unta dan 70 ekor kuda, ditambah 1000 dirham sumbangan untuk perang Tabuk yang mana nilainya sama dengan sepertiga biaya perang tersebut. Ustman bin Affan juga menunjukkan kedermawanannya tatkala melakukan pembelian mata air yang bernama Rumah seharga 35000 dirham. Mata air tersebut kemudian diwakafkan untuk kepentingan rakyat umum.

 

  1. ‘Abdurrahman Bin ‘Auf

Abdurrahman Bin ‘Auf merupakan salah satu sahabat Nabi yang dikenal paling kaya. Meskipun ia dikenal sebagai sahabat terkaya, ia tidak pernah berfoya-foya karena hartanya. Bahkan, ia selalu menangis dengan harta yang dimilikinya. Sebab, ia takut dengan harta yang ia miliki tersebut membuatnya berkurang dalam beribadah kepada Allah SWT.

 

Dalam buku 101 Sahabat Nabi disebutkan bahwa Abdurrahman bin ‘Auf mendermakan dua ratus uqiyah emas untuk memenuhi kebutuhan logistik pada saat akan perang Tabuk. Di waktu yang lain, ia juga menyumbangkan separuh hartanya yaitu sekitar dua ribu dinar pada saat Nabi Muhammad SAW menyerukan kepada umat islam untuk berinfaq di jalan Allah SWT. Selain itu, Abdurrahman bin ‘Auf juga memberikan santunan kepada veteran perang Badar sekitar 400 dinar per orang. Abdurrahman bin ‘Auf juga bertugas menjamin kesejahteraan dan kebutuhan keluarga para istri Nabi setelah Nabi Muhammad SAW wafat.

 

Abdurrahman bin ‘Auf merupakan seseorang prajurit yang tangguh. Dalam beberapa peperangan yang diikuti umah islam, ia tidak hanya memeberikan bantuan materiil tapi juga tenaga. Bahkan Abdurrahman selalu mengikuti peperangan yang diikuti Nabi Muhammad SAW. Abdurrahman bin ‘Auf adalah sahabat yang berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan nyawanya demi tegaknya panji Islam. Dengan kedermawanan yang dimiliki oleh Abdurrahman bin ‘Auf ini Rasulullah telah memastikan bahwa ia adalah salah satu sahabat yang sudah pasti masuk surga.