Tuesday, April 13

Apa Yang Dimaksud Dengan K3 Beserta Prinsipnya

Istilah K3 dalam dunia industri mungkin merupakan istilah yang tidak dapat dikesampingkan karena memang hubungannya sudah amat sangat erat. Karena K3 merupakan salah satu prosedur yang harus ditaati oleh semua pihak dalam lingkungan industri. Setiap orang dituntut untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik namun tetap harus mengedepankan aspek-aspek di dalam K3 itu sendiri.

Meski sudah seringkali didengar istilah tentang K3, tetapi ternyata masih cukup banyak orang yang belum tahu pasti bahkan untuk sekedar kepanjangannya. Tentu apalagi jika perihal yang lebih jauh soal K3 seperti tentang prinsipnya, ruang lingkupnya, jenisnya dan lain sebagainya. Itulah mengapa dalam kesempatan kali ini akan disampaikan beberapa hal krusial dan mendasar terkait K3.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Apa Itu K3

Pixabay.com

K3 sendiri adalah bidang yang kaitannya mengenai keselamatan, kemudian kesehatan, dan juga kesejahteraan seseorang yang bekerja pada suatu institusi maupun lokasi proyek. Itulah mengapa disebut K3 karena memang terdiri dari 3 hal yang diawali oleh huruf K semuanya. Secara lebih khusus, pengertian ataupun definisi K3 sendiri dibagi menjadi dua yaitu secara keilmuan dan juga secara filosofis.

Secara keilmuan, K3 memiliki makna sebagai ilmu pengetahuan serta penerapannya di dalam usaha mencegah dialaminya kecelakaan ataupun penyakit yang diakibatkan oleh aktivitas kerja. Sedangkan secara filosofis, K3 memiliki makna sebagai suatu usaha yang dilakukan guna memberikan kepastian mengenai utuh dan sempurnanya jasmani serta rohani seorang tenaga kerja maupun masyarakat di sekitar lokasi kerja terhadap aktivitas kerja yang dilakukan.

K3 tentu memiliki fungsi sehingga prosedurnya begitu digalakkan, pasalnya fungsi dari K3 adalah sebagai panduan dalam melaksanakan identifikasi dan juga assessment terhadap adanya suatu risiko serta bahaya untuk kesehatan dan keselamatan di lingkungan kerja. Selain itu juga membantu dalam pemberian saran pada tahap perencanaan, proses pengorganisasian, pembuatan desain tempat kerja, serta tahap pelaksanaan kerja.

Tidak hanya itu K3 juga berfungsi sebagai panduan dalam rangka memonitor keselamatan dan kesehatan semua pekerja pada lingkungan kerja. Ditambah lagi K3 juga bisa dijadikan pemberi saran terkait informasi, edukasi, serta tentu saja pelatihan tentang keselamatan dan kesehatan kerja. Yang kemudian bisa dilanjutkan juga menjadi panduan dalam pembuatan desain kontrol atau pengendalian bahaya, metodenya, serta prosedur dan juga programnya. Tidak lupa sebagai dasar ketika melakukan pengukuran efektivitas tindakan pengendalian terhadap bahaya serta program pengendalian terhadap bahaya juga bisa dianggap sebagai fungsi dari K3.

Dari fungsi-fungsi yang barusan disebutkan maka jelas rasanya bahwa fungsi dari K3 tidak sebatas bermanfaat bagi para pekerja saja, tetapi juga bagi perusahaan tempat para pekerja yang dimaksud bekerja. Itulah mengapa semua pihak sepakat meyakini bahwa K3 merupakan hal yang amat sangat bermanfaat. Setelah mengetahui fungsinya tentu kurang pas rasanya jika tidak mengetahui tujuannya, karena adanya K3 jelas bukan tanpa tujuan. Lebih jelasnya, tujuan dari K3 adalah sebagai berikut.

  1. Guna melindungi dan juga memelihara keselamatan dan kesehatan para tenaga kerja yang ujungnya adalah kinerja para tenaga kerja menjadi lebih meningkat. Karena apabila keselamatan dan kesehatan para tenaga kerja tidak terlindungi, hampir tidak mungkin kinerja mereka bisa sesuai dengan apa yang seharusnya.
  2. Guna memastikan dan juga menjaga kesehatan dan keselamatan semua orang yang ada di lingkungan kerja. Karena harus disadari bahwa orang-orang yang ada di lingkungan tempat kerja tidak selalu hanya para pekerja saja.
  3. Guna memastikan sumber daya produksi dapat terpelihara dengan cukup baik dan juga bisa dipakai secara aman, efektif dan tentu saja efisien.

Ruang Lingkup K3 Dan Beberapa Jenis Bahayanya

Pixabay.com

Terkait ruang lingkup dan jenis-jenis bahaya dalam K3 secara lebih lengkap dapat diketahui apabila mengikuti pelatihan K3. Tetapi secara ringkas ruang lingkup K3 yaitu mencakup hal-hal berikut ini.

  1. Lingkungan tempat kerja

Ini jelas merupakan lokasi dimana para pekerja menjalankan aktivitas kerja mereka. Kondisi dari lingkungan kerja haruslah memadai misalnya dalam hal suhunya, ventilasi udaranya, penerangannya, serta tentu saja situasinya. Hal tersebut guna meminimalkan potensi kemungkinan terjadi kecelakaan ataupun jangkitan suatu penyakit.

  1. Alat Kerja dan juga bahan yang digunakan

Perihal ini berkaitan dengan segala alat yang digunakan untuk bekerja serta tentu saja bahan yang diperlukan dalam suatu perusahaan guna melakukan proses produksi barang ataupun jasa. Peralatan kerja dan juga bahan yang dibutuhkan adalah penentu di dalam proses produksi, sehingga kelengkapan dan juga kondisi dari alat kerja serta bahannya itu harus begitu diperhatikan.

  1. Metode Kerja

Hal ini terkait cara kerja yang mesti dilakukan oleh semua pekerja supaya tujuan dari pekerjaan yang dilakukan itu tercapai dengan efektif dan juga efisien. Selain itu kesehatan dan keselamatan kerja dapat terjaga dengan baik.

Terkait dengan K3, para pekerja mesti diberikan sosialisasi dan edukasi tentang jenis-jenis bahaya yang mungkin mereka hadapi. Misalnya seperti bahaya kimia yang berasal dari gas, uap maupun sisa pembakaran yang beracun. Selain itu ada juga bahaya fisika seperti temperatur ekstrem dan juga suara yang begitu memekakkan telinga. Serta tak ketinggalan bahaya pekerjaan seperti cedera fisik.