Monday, September 28

Jenis-jenis Vertigo

Pada umumnya penyakit ini terbagi menjadi dua jenis. Vertigo perifer dan sentral, berikut ini penjelasannya:

1. Vertigo perifer

Vertigo perifer tergolong jenis yang paling sering dialami orang-orang. Biasanya jenis ini terjadi karena gangguan pada sistem keseimbangan yang ada dibagian telinga. Gangguan ini terdiri dari posisi paroksismal jinak (BPPV), labirinitis, penyakit Meniere, dan vestibular neuronitis.

2. Vertigo sentral

Vertigo sentral biasanya terjadi karena ada masalah pada otak kecil. Selain terjadi masalah pada otak kecil, ada juga penyebab lainnya. Seperti: migrain, stroke, tumor otak yang ada di otak kecil atau tumor yang ada pada sistem pendengaran.

Penyebab Penyakit Vertigo

 

Penyebab vertigo bisa dibagi menjadi dua sesuai dengan jenisnya, yaitu vertigo perifer dan sentral. Pada setiap jenisnya memiliki kondisi serta penyebabnya sendiri-sendiri. Berikut ini penjelasannya:

1. Vertigo Periferal

Ketika Anda sedang menggerakan kepala, telinga bagian dalam akan mengirimkan sinyal ke otak. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dimana posisi kepala agar bisa menjaga keseimbangan tubuh.

Tapi, jika terjadi masalah pada telinga bagian dalam, sinyal yang dikirim ke otak adalah rasa sakit dan pusing. Rasa sakit atau pusing ini bisa muncul kemungkinan karena infeksi virus atau adanya peradangan pada telinga bagian dalam.

Selain kedua hal ini, masih ada beberapa penyabab terjadi vertigo periferal, berikut penjelasannya:

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)

BPPV adalah kondisi ketika telinga bagian dalam terkena gangguan yang terjadi karena perubahan posisi kepala secara tiba-tiba. Contohnya saja pada saat berdiri tegak tiba-tiba langsung menunduk atau ketika bangun dari posisi tidur secara cepat.

Untuk orang-orang yang pernah dioperasi telinganya, ada infeksi pada bagian telinga, memiliki riwayat cedera pada bagian kepala. Maka, kondisi BPPV ini bisa jadi lebih sering dialami dibandingkan orang biasa.

Labirinitis

Labirinitis adalah infeksi dan peradangan pada saluran berliku-liku di dalam telinga. Bagian telinga ini selain penting untuk pendengaran, tapi juga penting untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Labirinitis atau infeksi ini bisa terjadi karena adanya virus atau bakteri, contohnya saat seseorang terkena flu. Jika seseorang terkena vertigo karena hal ini, maka akan timbul gejala lainnya. Seperti demam, nyeri pada bagian telinga, mual atau muntah.

Vestibular Neuronitis

Vestibular Neuronitis termasuk jenis peradangan pada saraf telinga yang secara langsung terhubung ke otak. Walaupun peradangan ini terjadi karena infeksi virus dan bisa terjadi secara tiba-tiba, tapi tidak mempengaruhi kemampuan pendengaran.

Gejala vertigo akibat vestibular neuronitis biasanya berlangsung beberapa jam dalam sehari, tergantung kondisi penderita. Biasanya gejala yang dialami seperti kepala pusing, hilang keseimbangan, mual dan muntah.

Penyakit Meniere

Penyakit ini dikategorikan sebagai penyakit langka pada bagian dalam telinga. Bukan hanya membuat penderitanya hilang pendengaran, tapi juga bisa membuat telinga berdenging. Karena hal inilah kondisi penderita bisa sangat parah.

Jika seseorang memiliki penyakit meniere, maka gejala yang dialaminya akan disertai mual dan muntah yang parah. Gejala ini juga berlangsung sangat lama, bahkan bisa sampai berhari-hari lamanya.