Thursday, November 26

Tanaman Herbal Pembunuh Virus

Kita perlu menjaga diri dan keluarga dari serangan virus yang berbahaya dan menyebabkan penyakit. Apalagi virus sangat mudah menular. Untuk itu, sistem imun atau kekebalan tubuh perlu dijaga agar terhindar dari virus berbahaya.

Ada beberapa jenis tanaman herbal yang dipercaya sejak jaman dulu sebagai pembunuh virus. Artikel ini akan membahas tentang tanaman herbal pembunuh virus.

Tanaman Herbal Pembunuh Virus

Pixabay.com

Tanaman herbal telah digunakan sejak jaman dulu kala sebagai pengobatan. Tanaman herbal memang memiliki banyak khasiat. Era modern ini, masyarakat mulai melirik kembali obat-obatan herbal yang berasal dari tanaman herbal dan umumnya diproduksi oleh Jasa maklon herbal.

Salah satu khasiat dari tanaman herbal yaitu sebagai antivirus. Berikut ini adalah beberapa tanaman yang memiliki potensi sebagai antivirus.

1. Licorice

Liqorice merupakan tanaman herbal yang kandungannya biasa ditemukan pada obat batuk tradisional China. Tanaman Licorice memiliki kandungan sneyawa antiviral liquiritigenin, glabridin, dan glycyrrhizin.

Bagian tanaman Liqorice yaitu akarnya berpotensi dalam mengatasi infeksi virus pernapasan, HIV, dan Herpes.

2. Oregano

Oregano masuk dalam keluarga mint. Ramuan oregano cukup popular karena menghasilkan obat yang berkualitas. Oregano mengandung senyawa carvacrol yang bersifat antivirus. Senyawa ini berdasarkan penelitian dapat mengurangi aktivitas Murine Norovirus (MNV) dalam waktu 15 menit setelah terpapar.

Minyak oregano dan carvacrol juga memberikan aktivitas antivirus terhadap virus herpes simplex tipe-1 (HSV-1), rotavirus yang dapat menyebabkan diare pada anak-anak dan bayi, serta respiratori syncytial virus (RSV) yang dapat menyebabkan infeksi pernafasan.

3. Basil

Basil merupakan tanaman yang masih satu jenis dengan kemangi. Berdasarkan penelitian, ekstrak basil mengandung senyawa apigenin dan asam ursolat yang dapat bekerja sebagai antivirus terhadap virus herpes, hepatitis B, dan enterovirus.

Ekstrak basil bekerja dengan meningkatkan selT helper dan sel pembunuh alami secara signifikan. Kedua sel tersebut mampu membantu dan melindungi tubuh dari infeksi virus. Konsumsi basil juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tubuh tahan terhadap serangan virus.

4. Bawang putih

Bawang putih memang terkenal khasiatnya sebagai antivirus. Penelitian yang berkaitan dengan ekstrak bawang putih menunjukkan bahwa ekstrak tersebut dapat menghilangkan kutil yang disebabkan oleh Human Pavilloma Virus (HPV) dengan pemakaian dua kali sehari selama 1-2 minggu.

Bawang putih juga telah diteliti mampu sebagai antivirus terhadap influenza A dan B, HIV, HSV-1, pneumonia virus, dan rhinovirus. Bawang putih mampu meningkatkan sistem kekebalan dengan merangsang sel-sel kekebalan pelindung.

5. Peppermint

Peppermint biasanya digunakan sebagai tambahan pada teh dan berbagai makanan serta minuman lain. daun peppermint dan kandungan minyak atsirinya memiliki komponen yang katif sebagai antivirus dan antiinflamasi.

Senyawa yang terkandung dalam peppermint yaitu mentol dan asam rosmarinic. Berdasarkan penelitian, kandungan senyawa tersebut memiliki aktivitas antibakteri terhadap virus syncytial respirasi (RSV) .

6. Rosemary

Rosemary memiliki kandungan senyawa yaitu asam oleanolic. Selain digunakan dalam memasak, tanaman ini sering digunakan dalam aplikasi terapeutik karena kandungan senyawa yang dimilikinya.

Senyawa asam oleanolic telah diteliti dan memiliki aktivitas antivirus terhadap virus herpes, influenza, dan hepatitis.

7. Jahe

Rimpang jahe memiliki banyak khasiat dalam bidang kesehatan. Banyak produk kesehatan yang berasal dari olahan jahen seperti permen jahe, teh, ramuan, dan tablet hisap. Khasiat jahe sebagai antivirus telah terbukti karena hasil penelitiannya menunjukkan adanya aktivitas terhadap antivirus.

Ekstrak jahe memiliki aktivitas antivirus terhadap avian influenza, RSV, dan feline calicivirus (FCV). Jahe memiliki senyawa gingerol dan zingerone yang diduga dapat menghambat replikasi virus dan mencegah virus memasuki sel inang.

8. Ginseng

Ginseng merupakan akar tanaman yang tergolong dalam keluarga Panax. Ginseng telah sejak dulu digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan terbukti efektif dalam memerangi virus. Ekstrak ginseng Korea memiliki aktivitas antivirus terhadap RCV, virus herpes, dan hepatitis A.

Ginseng memiliki kandungan senyawa ginsenosides yang memiliki efek antivirus terhadap hepatitis B, norovirus, dan virus coxsackie.

9. Sage

Tanaman sage masih masuk dalam anggota keluarga mint. Sage biasa digunakan sebagai ramuan aromatic yang digunakan dalam pengobatan tradisional dalam mengobati infeksi virus. Tanaman sage memiliki sifat antivirus karena kandungan senyawanya yaitu safficonilide.

Penelitian terhadap tanaman sage menunjukkan bahwa ramuan sage mampu melawan Human Immunodeficiency Virus tipe 1 (HIV-1) sebagai penyebab AIDS. Ekstrak sage ini bekerja dengan menghambat aktivitas HIV dan mencegah virus untuk masuk ke sel target.

10. Echinacea

Pixabay.com

Echinanea biasanya digunakan dalam pengobatan herbal karena memiliki khasiat di bidang kesehatan. Tanaman Echinacea dapat dimanfaatkan bagian bunga, daun, dan akarnya sebagai obat alami. Varietas Echinacea purpurea memiliki bungan yang berbentuk kerucut dan berkhasiat sebagai antivirus.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa jenis varietas tanaman Echinacea terbukti memiliki efektivitas dalam menangkal serangan infeksi virus seperti herpes dan influenza. Tanaman ini juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh.

Itulah beberapa tanaman herbal pembunuh virus. Penggunaan tanaman herbal sebagai obat memang masih memerlukan banyak penelitian yang mendalam. Dalam mengkonsumsi obat dari tanaman herbal ini perlu konsultasi dengan dokter terlebih dahulu apabila kamu mengalami gangguan kesehatan.

Dalam mengkonsumsi obat herbal juga tidak boleh berlebihan. Harus menggunakan dosis yang tepat. Pastikan juga kamu tidak memiliki alergi terhadap tanaman tersebut.