Friday, July 3

Harimau Bali

Pulau Bali dikenal sebagai salah satu tempat paling indah di dunia. Bukan hanya di Indonesia saja, Bali memang diakui oleh pelancong dari berbagai penjuru dunia sebagai sekeping surga. Baik daratan ataupun lautnya dipenuhi oleh keindahan alam yang luar biasa. Suasana yang masih asri, budaya dan adat istiadat yang melekat kental, hingga keramahan para penduduknya membuat Bali sebagai surga yang sangat lengkap. Tapi tahukah Anda, sebelum Bali dikenal sebagai surga wisata seperti sekarang ini, pulau Dewata juga pernah menjadi surga bagi hewan endemik Bali? Ya, sebelum tahun 1900an, Harimau Bali merupakan satu dari sekian banyak hewan endemik Indonesia yang membanggakan.

Akan tetapi, perburuan liar yang dilakukan sejak tahun 1800an dan berkembangnya penduduk yang mendiami pulau Bali membuat keberadaan harimau Bali terancam. Hewan yang masih satu subspesies dengan harimau Jawa dan harimau Sumatera ini diburu secara masif. Tak hanya itu saja, perkembangan penduduk yang semakin banyak memaksa hewan ini bersinggungan langsung dengan manusia. Celakanya, manusia tak segan untuk membabat alam dan menggerus habitat asli harimau Bali. Sebagai hasilnya, hewan yang merupakan jenis harimau terkecil dari ketiga subspesies yang ada di Indonesia ini dinyatakan punah pada 27 September 1937. Ini merupakan sebuah ironi dan fakta yang sangat disayangkan. Harimau Bali menjadi subspesies pertama yang hilang dari muka bumi akibat peradaban manusia.

Kepunahan harimau Bali memang sudah bisa diprediksi mengingat faktor alam di pulau ini. Berbeda dengan pulau Jawa dan Sumatera yang memiliki hutan dan bentang alam yang cukup luas, pulau Bali berukuran kecil dan memiliki rasio hutan yang juga kecil. Alhasil habitat asli harimau asal Bali tergerus dengan sangat cepat. Harimau terakhir pun ditembak pada tahun 1925. Seharusnya hal seperti ini menjadi peringatan bagi pemerintah Indonesia untuk memetakan langkah konkret guna menjaga kelestarian alam sekaligus menjaga habitat asli harimau Jawa dan Sumatera. Jika tidak ada langkah tegas dari pemerintah, bukan tidak mungkin jika harimau Jawa dan Sumatera akan berakhir seperti harimau Bali yang punah diburu manusia.