Tuesday, April 13

Cara Pindah Hosting Termudah Dan Tidak Menyita Waktu

Cara pindah hosting sebenarnya bukanlah perkara yang sulit. Anda bisa melakukannya tanpa menghabiskan waktu di depan komputer. Kuncinya ialah menentukan metode migrasinya.

Faktanya, ada banyak metode untuk memindahkan website ke hosting lain. Salah satunya menawarkan jalan pintas. Tetapi hasilnya sesuai harapan.

Metode yang ringkas ini akan membuat waktu Anda tidak terbuang secara percuma. Anda bisa menentukan waktu yang tepat untuk melakukannya. Tujuannya untuk meminimalkan risiko ketidaknyamanan dari visitor.

Lebih tepatnya, visitor tidak menyadari perubahan yang sedang Anda lakukan. Hasilnya, loyalitas visitor tetap terjaga dan website yang dimigrasikan tidak mengalami perubahan traffic. Bahkan nantinya bisa berkembang pesat ketika Anda memanfaatkan hosting yang lebih baik.

Alasan Pindah Hosting

Ada beberapa alasan yang membuat seseorang memutuskan untuk migrasi website ke hosting baru. Secara umum, ada 3 alasan yang mendasarinya. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Hosting Bermasalah

Tidak dipungkiri jika hosting sangat krusial bagi kelangsungan sebuah situs. Ketika hosting kerap mengalami masalah, kunjungan situs akan menurun dengan tajam.

Masalah utamanya meliputi kecepatan loading dan sering down. Kedua masalah iniĀ  menghantui para pemilik situs.

Betapa tidak, website yang lambat dibuka akan mempengaruhi pada perilaku visitor. Visitor biasanya tidak sabar. Akibatnya, visitor mulai meninggalkan situs dan beralih ke situs lainnya.

Dampak terburuknya ialah situs dipandang kurang kredibel di mata search engine. Jika sudah seperti ini, peringkat sebuah website juga akan menurun. Lama kelamaan, situs akan terlempar jauh dan tidak ditemukan di halaman pencarian.

Sama halnya jika sering down. Pemilik website pastinya tidak akan mendapatkan kunjungan sama sekali. Apalagi jika kondisi ini terus terjadi dan berlangsung cukup lama. Makanya, solusinya ialah pindah layanan hosting dengan spesifikasi lebih bagus seperti di Hosting Indonesia.

  1. Kurang Dukungan Support

Dukungan support dari provider sebenarnya sangat dibutuhkan. Ketika terjadi permasalahan yang berhubungan dengan hosting, pemilik website bisa segera meminta provider untuk segera memperbaikinya.

Bantuan ini sangat berharga bagi pemilik website. Secara, penanganan yang cepat akan membantu dalam memajukan sebuah website.

Berbeda jika dukungan dari penyedianya kurang bagus. Sudah pasti pemilik website akan mengalami kekecewaan. Oleh karenanya, pengguna layanan biasanya memutuskan untuk berpindah hosting.

  1. Harga Terlalu Mahal

Pembiayaan memang menjadi perhitungan tersendiri bagi pengguna layanan. Tidak masalah jika biaya yang dikeluarkan cukup besar. Dengan catatan, layanan yang diberikan juga berbanding lurus dengan biaya tersebut.

Setidaknya, hosting yang disewa mampu menampung visitor seperti harapan. Kemudian, hosting ini tidak mudah down atau tidak sering mengalami permasalahan.

Tetapi ini akan sangat terasa jika masalah sering muncul. Pengguna pasti akan memberikan penilaian. Misalnya apakah biayanya sebanding dengan layanan tersebut atau tidak.

Ketika biaya yang dikeluarkan cukup besar dan hosting tidak sesuai keinginan, hampir pasti jika pengguna akan mencari hosting lain. Tujuannya agar website yang dikelola berjalan sebagaimana mestinya.

Cara Migrasi Hosting Dengan Plugin

Cara pindah hosting yang paling mudah ialah dengan memanfaatkan plugin. Plugin yang dimaksud ialah WP Clone. Plugin ini akan bekerja jika Anda menggunakan wordpress. Nah, bagaimana cara migrasi ke hosting lain dengan plugin tersebut?

Persiapan awalnya ialah dengan menginstall plugin di admin wordpress. Caranya masuk ke menu plugin, tambahkan dan aktifkan plugin tersebut.

Setelah instalasi selesai, silahkan masuk ke WP Clone di admin wordpress lama. Lantas, centang Backup dan tekan create backup. Plugin akan menyimpan seluruh file dalam website.

Selesai backup file, Anda akan menjumpai sebuah link. Silahkan salin terlebih dahulu url/link tersebut. Karena link inilah yang akan digunakan untuk migrasi website.

Langkah selanjutnya ialah menginstall WP Clone di wordpress baru. Asumsinya ialah Anda sudah menyewa hosting di provider lain dan menginstall software wordpress sebagai tempat untuk memindahkan backup file.

Jika sudah, silahkan masuk ke menu WP Clone dalam dashboard. Di sini, Anda cukup memilih menu restore from url. Masukkan link yang telah Anda salin sebelumnya ke kolom tersebut.

Kemudian, centang bahwa Anda setuju untuk migrasi. Langkah terakhirnya ialah menekan tombol Restore from url. Tunggu beberapa menit, dan proses pemindahan file website berhasil.

Setelah berpindah ke hosting baru, Anda masih punya pekerjaan seperti mengarahkan domain ke nameserver di hosting baru. Anda tinggal melakukannya. Biasanya perubahan ini memakan waktu sekitar 2 hari.

Akhirnya, jika Anda mencari cara pindah hosting yang paling mudah, memanfaatkan plugin adalah pilihan terbaik. Karena Anda cukup backup file, dan memindahkannya ke hosting baru dalam hitungan menit.