Friday, July 3

Peristiwa Penting Dalam Islam pada Bulan Rabiul Awal

 

Kita telah ketahui bersama, bahwa pada  dalam dua belas bulan dalam kalender Hijriyah, ada satu hari penting yang kerap diperingati oleh umat Islam di seluruh dunia, yaitu Maulid Nabi. Maulid Nabi adalah hari kelahiran Nabi Muhammad yang diperingati setiap tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Selain Maulid Nabi ada banyak hari penting nan bersejarah lainnya pada bulan ini yang membuatnya istimewa.

Namun, sebelum itu, tahukah Anda mengapa bulan ini dinamakan Rabi’ul Awwal? Kata Rabi’ul Awwal berasal dari dua kata, yaitu Ar-Rabi’ dan Awal. Kata Ar-Rabi’ sejatinya memiliki arti yang beragam. Secara umum dan yang paling sering disebutkan, menunjukkan makna musim, yaitu musim tumbuhan mulai menghijau atau mulai memunculkan kembangnya. Kita kenal musim ini dengan sebutan musim semi.

Masyarakat Arab pada masa itu membagi Rabi’ menjadi dua macam, yaitu Rabi’ As-Syuhur pada bulan Rabi’ul Awwal dan Tsani. Satunya lagi, ada Rabi’ Al-Asminah yang juga dibagi lagi menjadi enam musim, yaitu kharif atau gugur, syitaa’ atau musim dingin, shayf atau musim panas, dan qayzh atau puncak panas. Penamaan ini sudah dikenal sebelum Nabi Muhammad SAW lahir.

Peristiwa Penting pada Bulan Rabiul Awal

Terlepas dari penamaan itu semua, terdapat 5 peristiwa penting pada bulan ini. Di mana, tiga peristiwa di antaranya berkaitan dengan hari pentingnya Nabi Muhammad, seperti yang telah disebutkan. Lantas, apa saja kelima peristiwa penting tersebut yang membuat bulan ini begitu spesial bagi umat muslim? Simak penjelasannnya sebagai berikut:

  • Kelahiran Nabi terakhir, Nabi Muhammad SAW

Kelahiran Nabi Muhammad SAW oleh umat muslim di Indonesia dikenal dengan istilah Maulid Nabi. Peristiwa ini masuk dalam salah satu hari libur nasional. Sebetulnya ada banyak versi perihal tanggal kelahiran nabi terakhir umat muslim ini, yaitu pada 8 Rabi’ul Awwal, 10 Rabi’ul Awwal, 12 Rabi’ul Awwal, dan 17 Rabi’ul Awwal. Namun, para ulama kebanyakan sepakat tanggal 12 Rabi’ul Awwal.

Nabi Muhammad SAW lahir bertepatan dengan peristiwa penyerangan Ka’bah oleh pasukan gajah yang diperintahkan oleh Raja Abrahah. Oleh karenanya, sering disebutkan bahwa Nabi Muhammad lahir di tahun gajah. Pada saat kelahirannya, Ia kelak menjadi seorang yang memiliki banyak keistimewaan di dunia dan akhirat. Banyak sekali ayat yang menuliskan tentang keistimewaannya.

  • Hijrahnya Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat

Bulan Muharram memang ditetapkan sebagai bulan pertama dalam awal perhitungan kalender Hijriyah, tetapi hijrahnya Nabi Muhammad SAW terjadi di bulan Rabi’ul Awwal. Pada tanggal 1 Rabi’ul Awwal tahun pertama Hijriyah, Nabi Muhammad mulai berhijrah meninggalkan Gua Tsur pada malam hari dan berdiam di Quba selama empat hari. Selanjutnya memasuki Madinah pada 12 Rabi’ul Awwal.

Hijrahnya Nabi Muhammad SAW bukan karena beliau takut akan dibunuh kaum Quraisy pada masa itu, melainkan terdapat kesiapan masyarakat Madinah untuk menegakkan Daulah Islamiyah dan mendukung dakwah yang diemban Rasulullah SAW. Maka, ia dan para sahabatnya senantiasa berhijrah.

  • Nabi Muhammad SAW Membangun Masjid Quba

Dalam hijrah kedua Rasulullah SAW, disebutkan ia sempat membangun sebuah masjid di Quba sebelum akhirnya sampai di Madinah. Pada saat itu, di tengah perjalanannya, ia singgah di rumah keluarga Amr bin Auf selama empat hari. Pada saat inilah, ia membangun masjid pertama di sana, yaitu Masjid Quba.

  • Nabi Muhammad Melaksanakan Shalat Jumat Pertama

Setelah sempat singgah selama 4 hari di rumah Amr bin auf dan sempat membuat masjid di Quba, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanannya menuju Madinah bersama para sahabatnya. Di tengah perjalanannya menuju Madinah, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu langsung dari Allah berupa perintah untuk mengerjakan shalat Jum’at.

Maka, pada saat itu juga Nabi Muhammad SAW melakukan shalat Jum’at bersama dengan para sahabatnya yang melakukan perjalanan bersama. Setelah melakukan shalat Jum’at ia juga berkhutbah di depan para sahabatnya dan jamaah shalat Jum’at. Inilah shalat Jum’at pertama yang dilakukan oleh Rasulullah SaW bersama para sahabatnya dan diteladani oleh seluruh umat muslim hingga kini.

  • Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad wafat pada waktu Dhuha hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun ke 11 Hijriyah. Beliau meninggal dalam usia 63 tahun. Pada saat hari wafatnya Rasulullah SAW itu pula menjadi pertanda lahirnya negara Khilafah Islam Rasyidah. Sebab, pada hari yang sama sebelum Rasulullah dimakamkan, umat Islam membaiat Abu Bakar Shiddiq sebagai khalifah.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui perihal peristiwa penting yang terjadi pada bulan Rabi’ul Awwal yang merupakan bulan kelahiran dan wafatnya Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, sudah sepantasnya sebagai seorang muslim yang taat akan ajaran Allah dan menjunjung tinggi Nabi Muhammad SAW, melakukan amalan-amalan baik pada bulan ini.