Thursday, October 22

Yuk Mengenal Arsitektur Tropis, Desain Rumah Cantik Di Sekitar Khatulistiwa

Terletak di negara tropis membuat masyarakat Indonesia memiliki bangunan dengan arsitektur tropis. Dimana arsitektur tersebut tidak hanya tercermin pada bangunan bangunan vernakular, tetapi juga pada bangunan modern guna memastikan bahwa hunian tersebut mampu beradaptasi dengan lingkungan dan penghuni bisa mendapatkan kenyamanan yang paling maksimal. Untuk informasi lebih lanjut, yuk simak arsitektur bangunan dengan gaya tropis disini.

Apa Itu Arsitektur Iklim Tropis?

Perlu diketahui bahwa arsitektur atau desain tropis tidak hanya dalam bentuk tampilannya saja, tetapi juga mencakup penggunaan material alami ataupun pemanfaatan vegetasi yang ada serta sistem pembangunan rumah. Mulai dari penataan denah rumah, ruangan yang ada di dalam bangunan rumah, sirkulasi udara dan pencahayaan, hingga penggunaan material semuanya harus diperhatikan agar sesuai dengan iklim dan cuaca yang ada di daerah beriklim tropis.

Untuk lebih singkat dan sederhana, arsitektur iklim tropis merupakan sebuah konsep arsitektur atau produk arsitektur berupa bangunan atau rumah yang mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan di iklim tropis. Dimana iklim tropis memiliki karakteristik tersendiri, seperti sinar matahari yang panas sepanjang tahun, curah hujan tinggi, pergerakan angin, kelembapan udara yang cukup tinggi, serta kondisi udara yang berbeda.

Keadaan tersebutlah yang perlu diperhatikan agar arsitektur tropis mampu menghadirkan fungsi dan kenyamanan terbaik untuk penghuni bangunan yang telah dibuat. Selain kondisi iklim, arsitektur yang cocok di negara tropis ini juga memerhatikan penggunaan material yang tahan terhadap iklim tropis, mampu menunjukkan ciri karakter material lokal yang sesuai dan ramah lingkungan.

Prinsip Arsitektur Iklim Tropis

Dalam arsitektur iklim tropis yang menjadi fokus utamanya adalah menciptakan suatu bangunan yang mampu beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan di iklim tropis sehingga nyaman untuk ditinggali oleh para penghuninya. Sehingga arsitektur untuk iklim tropis ini diusahakan membangun hunian agar menjadi pasif, yang mana berarti bangunan tersebut mampu beradaptasi secara otomatis tanpa adanya tambahan energi yang diperlukan.

Ciri dan Karakteristik Arsitektur Bangunan Tropis

Umumnya rumah atau hunian yang memiliki konsep arsitektur dengan iklim tropis akan memiliki atap dengan bentuk yang miring. Dan biasanya atap tersebut akan memiliki kemiringan lebih dari 30 derajat. Dimana hal tersebut dikarenakan morfologi atap yang miring mampu membuat curah hujan yang tinggi di iklim tropis bisa mengalir lancar langsung ke tanah, tanpa takut tergenang pada bagian atas bangunan.

Selain itu, atap pada bangunan dengan arsitektur tropis akan diberikan ruang kosong di bagian bawah atap. Dimana ruang kosong tersebut berfungsi untuk meredam panas dari teriknya sengatan sinar matahari tropis. Perlu diketahui bahwa desain atap yang datar, tidak cocok untuk hunian yang berada di iklim tropis. Hal ini dikarenakan atap akan rentan bocor sebab air hujan yang menggenang.

Namun jika ingin membuat rumah dengan arsitektur modern di negara yang beriklim tropis, tetap bisa menggunakan atap desain datar. Namun desain tersebut perlu disiasati dengan adanya pengaturan sirkulasi air pembuangan yang baik, sehingga air hujan yang menggenang di atap bisa diminimalisir. Sehingga hunian dengan desain yang modern pun bisa Anda miliki di negara yang tropis ini.

Selain memiliki atap yang miring, rumah dengan arsitektur iklim tropis umumnya memiliki overstek atau teritisan yang cukup lebar. Dimana teritisan tersebut berfungsi untuk meminimalisir tampias dari curah hujan dan kecepatan angin iklim tropis yang tinggi. Tidak hanya itu, teritisan juga berfungsi untuk mengurangi sinar matahari langsung masuk ke dalam ruangan dalam bangunan, agar bangunan tetap sejuk tanpa mengurangi kualitas pencahayaan.

Rumah dengan arsitektur tropis biasanya juga menerapkan sirkulasi udara yang menyilang, dimana hal tersebut berfungsi untuk memastikan udara bisa masuk dan bersirkulasi dengan baik di dalam ruangan sehingga menjadi lebih nyaman. Rumah dengan arsitektur iklim tropis juga memiliki jumlah bukaan ventilasi cukup banyak, yang berguna untuk memaksimalkan udara masuk ke bangunan serta menghadirkan pencahayaan terbaik.

Saat membicarakan bangunan dengan arsitektur untuk iklim tropis di Indonesia, maka tidak akan jauh jauh dengan bangunan tradisional. Umumnya hunian hunian tropis yang lebih tradisional akan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di tempat. Dimana kondisi tersebut dikarenakan material lokal umumnya memiliki daya tahan yang terbaik untuk menghadapi cuaca iklim di wilayah itu.

Kebanyakan rumah yang menggunakan desain tropis akan memperkecil luas permukaan bangunan yang menghadap ke arah timur atau barat, hal tersebut untuk menghindari adanya sinar matahari langsung saat terbit maupun terbenam. Selain itu, masyarakat yang menggunakan konsep arsitektur tropis juga akan memilih orientasi bukaan jendela yang menghadap ke arah utara atau selatan.

Rumah rumah dengan gaya arsitektur iklim tropis biasanya pada permukaan bangunannya akan dilapisi dengan material wheather shield, bangunan iklim tropis biasanya akan berwarna terang guna mencegah penyerapan panas, menggunakan material untuk eksterior dengan memakai bahan bangunan yang low, serta memiliki vegetasi yang digunakan sebagai unsur peneduh di siang hari.

Tujuan Konsep arsitektur Iklim Tropis

Tujuan utama dari lahirnya arsitektur iklim tropis adalah supaya bangunan bisa beradaptasi sebaik baiknya terhadap lingkungan yang beriklim tropis, membuat ruang yang nyaman untuk dihuni dan digunakan untuk beraktivitas sehari hari, serta berguna mengurangi penggunaan energi. Desain bangunan dengan arsitektur tropis diharapkan secara bentuk dan mekanis bisa membuat ruang yang nyaman, tetap sejuk dan terang di siang hari, serta tidak mudah rusak oleh hujan dan panas.

Dalam bukunya yang berjudul “Desain dengan Iklim”, Fictor Olgay mengembangkan panduan dan aturan untuk arsitektur iklim responsif terhadap empat contoh daerah dengan iklim yang berbeda, salah satunya adalah untuk lingkungan iklim tropis dengan panas lembab. Untuk membuat bangunan di lingkungan tropis yang sejuk, sebaiknya dimulai dari analisa lokasi, menentukan bangunan, bentuk atap, posisi jendela, serta lainnya.

Itulah penjelasan mengenai konsep arsitektur yang biasanya digunakan oleh rumah rumah yang ada di iklim tropis. Dimana konsep arsitektur tersebut tidak hanya ada pada tampilannya saja tetapi juga faktor lainnya agar bangunan sesuai dengan iklim tropis sehingga bangunan nyaman dan aman untuk dihuni. Ingin tahu informasi lanjut seputar desain rumah tropis? Silahkan kunjungi dekadeko.com.